Jumat, 13 April 2012

hujan dan (nama) kita

Suatu hari yang sangat melelahkan, dimana hari ini aku masih berjalan dengan membawa harapanku yang seharusnya sudah ku simpan baik-baik di dalam hati. Cuaca siang ini panas lalu sorenya hujan deras, entahlah seakan langitpun mengerti suasana hatiku yang kacau.

Aku memayungi diriku sendiri, berlindung dari derasnya air hujan yang membasahi tubuhku. Di sepanjang jalan orang-orangpun sibuk mencari tempat berteduh. Karena ingin cepat pulang, aku memaksakan untuk tetap melawan hujan menuju pemberhentian angkutan umum yang biasa mengantarku pulang.

Bukan sengaja aku memilih tempat duduk persis di belakang bangku supir, tetapi memang karena mobilnya sudah penuh. Dengan posisi tempat duduk seperti itu akupun sedikit memiringkan badanku sehingga aku bisa melihat hujan diluar.

Mungkin ini kata orang-orang yang dinamakan GALAU, iya memang aku GALAU, aku merasa lelah dengan harapan-harapan kosongku selama ini. Ini bodoh, tetapi aku tidak bisa menghindari kebodohanku karena cinta pada seorang laki-laki yang sudah jelas tidak membalas perasaanku padanya.

Seketika aku lihat di jendela mobil embun yang menguap karena hujan, dan dengan refleks aku menuliskan namaku dan namamu di jendela yang berembun itu dengan jariku. Ada rasa senang melihat tulisan di jendela mobil itu sehingga aku tersenyum kecil.

Lama-kelamaan tulisan namaku dan namamu memudar, tidak tahan lama dan semakin tidak terlihat lagi, lalu aku tergugah dari lamunanku bahwa aku dan kamu memang tidak ditakdirkan untuk bersama. Seperti tulisan yang memudar, seperti itu pula hubungan aku dan kamu. Senyumanku berubah menjadi senyum kecut karena aku sadar, aku dan kamu tidak akan pernah menjadi KITA. KITA seperti tulisan nama di jendela mobil itu. :')

Sabtu, 07 April 2012

satnite

Hari ini sabtu, tanggal 07 april 2012, gue masih UTS mata kuliah Komunikasi Kelompok. Masuk jam setengah 2 dan keluar jam 3, memang salahnya gue juga yang ga belajar sebelumnya, gue cuma baca-baca dikit dan itupun ga semua materi bisa dicerna oleh otak gue. Gue emang sotoy karena gue pikir UTS matkul itu kita cuma harus ngisi jawaban sepanjang-panjangnya dan selebay-lebaynya (pengalaman semester 1) jadi dalam hal ini gue sangat menjunjung tinggi kesotoyan bagi seluruh mahasiswa. Celaka tidak bisa ditolak tapi... kenapa setiap gue suka sama cowok yang menurut gue pas, gue selalu ditolak... eheemmm oke maap lanjut ke cerita, jadi ternyata soalnya itu essay semua dan sulit bagi gue untuk merangkai kata2 lebay alhasil gue kalap sendiri di kelas dan pengawasnya pun sangat mendukung untuk gue tidak nengok kanan-kiri #siaalll. 

Singkat cerita akhirnya gue keluar dengan muka mesem karena gue ga yakin sama jawaban gue sendiri tadi. Gue lupain tuh UTS komkel dalam sekejap karena perut gue lebih minta di perhatiin, iya cacing di perutnya udah pada shuffle. Akhirnya gue memutuskan untuk makan sama temen-temen gue yang absurd abis, freak, gokil, dan yang paling penting adalah JOMBLO hahaa iya itu penting banget. Gue ngerasa ga ada yang salah sama diri gue, gue merasa normal tapi ga tau kenapa selalu aja ada bahan hinaan, a.k.a cengan temen2 gue, bahkan tidak jarang gue di bully #sabar. Entah karena letak geografis rumah gue atau karena status gue sebagai JOMBLO akut yang bikin mereka seneng banget ngebully gue, tapi gue ngerti temen2 gue dan gue tetep sayang sama mereka semua *hakcih ini bukan pitnah* 

Selesai makan (ga usah disebut juga yaa gue makan dimananyaa ga penting), gue ga langsung balik karena emang udah kebiasaan gue ngayap sampe malem hehe, gue mampir ke kosan salah satu temen gue. Di kosan dese, kita bercanda2 biasa ngalor ngidul sampe foto2 ga penting, kasian emang nasib para JOMBLO narsis kaya kita gini ga ada fotografer yang mau jadiin kita modelnya. Tiba2 gue tersadar ternyata ada sms masuk dan itu dari mantan gebetan gue, gue shock rasanya pingin teriak2 sambil joged2 *ga sih boong itu mah nanti dikira ga waras gue* oke sebut saja gue kamseupay, fine gue terima karena emang udah lama banget doi ga sms gue dan lumayan ngarep juga sih di sms doi hahaa... tapi... sayang sekali gue lagi ga ada pulsa so smsnya ga gue bales :| 

Sebenernya masih banyak banget yang mau gue share, tapi dikarenakan tangan gue udah cape juga, bahkan semua badan gue cape so' buat kali ini segini aja dulu. Mungkin ini basi, ga penting, krik krik buat orang lain yang baca, tapi gue cuma mau share apa yang gue rasain, dan kehidupan sehari2 gue yang ga semua orang punya cerita yang sama kaya gue. 

Selasa, 20 Maret 2012

forever galau

cuaca pagi pada hari ini mendung dan hujan, sama seperti hati aku yang kelabu karena kamu memilih untuk memutuskan hubungan kita. aku engga tau rasa sakit itu seperti apa sampai kamu datang memberi aku harapan kemudian kamu membuangnya begitu saja, dan ternyata itu lebih dari rasa sakit. 

Rabu, 15 Februari 2012


 Saya suka lagu-lagu mocca band, banyak lagu nya yang menurut saya bagus dan bermakna. Ini salah satu lirik lagu mocca yang saya suka

I remember…
The way you glanced at me, yes I remember
I remember…

When we caught a shooting star, yes I remember
I remember…
All the things that we shared, and the promise we made, just you and I
I remember…
All the laughter we shared, all the wishes we made, upon the roof at dawn

Do you remember… ?
When we were dancing in the rain in that december
And I remember…
When my father thought you were a burglar
I remember…
All the things that we shared, and the promise we made, just you and I
I remember…
All the laughter we shared, all the wishes we made, upon the roof at dawn
I remember…
The way you read your books,
Yes I remember
The way you tied your shoes,
Yes I remember
The cake you loved the most,
Yes I remember
The way you drank you coffee,
I remember
The way you glanced at me, yes I remember
When we caught a shooting star,
Yes I remember
When we were dancing in the rain in that december
And the way you smile at me,
Yes I remember

Belajar Aplikom


Pertama kali belajar aplikom di semester dua ini, waktu kuliah saya pikir biasa saja materi yang dipelajari seperti Microsoft Word tetapi pada saat praktikumnya ternyata saya tertinggal juga. Hal yang saya kurang suka pada saat praktikum aplikom dan berada di lab. komputer yaitu terkadang dosen yang menjelaskan terlalu cepat, karena kebetulan saya kebagian computer yang berada di pojok dan persis tepat di bawah ac jadi saya suka merasa kedinginan berada di lab. komputer selama 170 menit dan merasa pegal-pegal karena harus mendongakan kepala untuk melihat ke atas/ke arah layar dan mengetik banyak kalimat dengan cepat. Adapun pada saat praktikum tentang pembahasan internet tepatnya pada tanggal 14 Februari 2012 kemarin, saya mendapat komputer yang tidak bisa connect internetnya dan ada satu komputer yang kosong tetapi nge-hang dan tidak bisa di pakai, otomatis saya mengerjakan ikut pada komputer teman saya yang di sebelah.
Belajar aplikom memang tidak selalu mudah dan ada saja hal yang membuat saya terkadang menjadi tidak bersemangat, tetapi saya sadar bahwa proses belajar tidak selalu seperti apa yang kita harapkan walaupun begitu saya harus tetap semangat belajar aplikom karena itu akan saya butuhkan dan berguna untuk kehidupan masa depan saya di zaman yang modern seperti sekarang.